#supporthsjryutaro


I’M FREAKING SAD. I MISS THIS BOY SO BAD! D”’:
when will I see you again, Ryuu? If I have to wait for 5 FRICKIN’ MONTHS then dammit I WILL WAIT FOR 5 FRICKIN’ MONTHS!!!








Chocolate Truffles


Olla bloggies!


Sorry I've abandoned this blog for a while. This week, I did have a lot of new things. Kayak semester baru, kelas baru, temen baru, suasana baru, semangat baru, dan... kecengan baru(?). Haha
Oh! you may see some changes in this blog! Tebak apaan?
Ehem. Template blog ini juga baru loh yaaaaay!! *garing*

Yah, banyak hal yang saya alami selama seminggu ini yang bikin persediaan mood booster saya makin tipis. Mulai dari persiapan ulang tahun sekolah sama temen-temen baru yang bikin kepala botak saking judeknya. Dih. Itu ngeselin banget! Abis entah kenapa temen-temen yang terlibat tuh agak susah di koordinasi deh. Tapi meski bikin pusing, nggak mencoba menyangkal, kelas baru saya ini asik banget. *halah*

Yang kedua tuh cerita tentang rasanya ditinggal orang tua pergi dinas yang akhirnya memaksa saya berduaan di rumah gede sama kakak cowok saya. Ini nih yang paling menyiksa! Masalahnya kakak saya itu jorok banget(s)! Mana rumah saya jadi berasa harem penuh dengan cowok-cowok bergelimpangan di sana-sini. Ish, sumpah bikin bad mood. Dan yang paling bikin ngeselin setengah jongkok, ibu saya ngasih uang penunjang kehidupannya ke kakak cowok saya. FAAAAKKK! Terancam menggembel sampe minggu depan nih.

Naaah, yang terakhir atau yang paling nggak penting, tentang bagaimana Sora-senpai telah resmi menjadi kecengan saya. YAY! Cuma kecengan sih. Abis saya nggak niat ngerebut suami orang. Saya kan anak baik... :'D

ANYWAY, lagi pengen banget makan coklat nih... ;w;


Today is A Beautiful Day

.



Today is A Beautiful Day

Tracklist :

01. 終わりへ向かう始まりの歌 (Owari e Mukau Hajimari no Uta)
02. 君の知らない物語 (Kimi no Shiranai Monogatari)
03. ヒーロー (Hero)
04. Perfect Day
05. 復讐 (Fukushuu)
06. ロックンロールなんですの (Rock ‘n Roll Nan Desu no)
07. LOVE & ROLL
08. Feel so good
09. 星が瞬くこんな夜に (Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni)
10. うたかた花火 (Utakata Hanabi)
11. 夜が明けるよ (Yoru ga Akeru yo)
12. さよならメモリーズ (Sayonara Memories)
13. 私へ (Watashi e)

Review : Awesome! As expected from supercell. All the pieces is mind blowing. And Nagi-san’s voice is soooo lovely. Even tho’ this album is girly enough. But yeah, that fits the tittle ;p

Old Stuff


Main character; Hajime Kurohiko, Haruki Akihiko


Noise from silent

.
Haruki, laki-laki berambut perak yang sekarang ini sedang bergelung malas di sisi ranjang berseprai putih tulang, tahu begitu Hajime masuk ke dalam kamar pribadinya; dari pelukkan di punggung secara tiba-tiba atau gumaman nama depan yang di lagukan dengan nada datar khas saja ia sudah tahu walaupun tanpa melihat mata tegas yang membingkai manik biru bening milik 'kekasih'nya itu. Dan benar saja, sesaat kemudian Hajime muncul di ambang pintu kamarnya.

Hajime, the crown prince, terlihat tidak memakai sepatu bot hitam tebal miliknya namun rambut gelapnya masih tertata rapi seperti saat menghadiri pesta pora kerajaan yang dihadirinya sore tadi. Bersama sang calon crown princess, Miho. Membayangkan Hajime dalam pelukan gadis itu saja membuat Haruki mengejang. Hajime, yang merupakan pewaris tunggal kerajaan Kurohiko, harus menghadiri pesta dansa seperti ini bersama tunangannya, gadis yang di rencanakan akan mendampingi pemuda itu 2-3 tahun ke depan. Dan meski berusaha keras, tetap saja, Haruki cemburu.

Tapi Hajime, dia disini.

Haruki mengusap rambut peraknya dengan wajah gugup. Derap langkah kaki Hajime terdengar begitu jelas seirama dengan detak jantungnya. 15 tahun tumbuh bersama Hajime tidak serta-merta bisa membuat Haruki terbiasa dengan keberadaan laki-laki itu disisinya. Hajime sedikit menjauh akhir-akhir ini. Hal itu tampaknya sedikit berpengaruh atas suasana canggung yang tercipta.

Sambil membuka kancing bagian atas kemejanya, Hajime memandangi mata turquoise Haruki. "Hai."

"Hajime…"

Baru saja Haruki ingin menyapa, tapi gerakkan Hajime yang memojokkannya tiba-tiba membuat Haruki membeku. Aroma tubuh Hajime menyeruak ke indra penciumannya membuatnya terlena akan wanginya.

Dalam sekelebat pandangannya yang terakhir, sebelum ia memejamkan matanya, Haruki melihat Hajime yang mendekatkan kepalanya tepat ke wajahnya. Ia tidak memiliki keberanian untuk melihat apa yang selanjutnya terjadi. Karena ia mengerti. Hajime akan menciumnya. Tepat di bibir. Rasanya sepeti mengabaikan sinar matahari tropis. Terlalu panas untuk dilewatkan. Dan saat lidah laki-laki itu menyesak berusaha memasuki bibir Haruki, ada sedikit bau mint di salivanya terasa bagaikan sebuah pesta pora musim panas yang dulu sering mereka datangi bersama. Sebelum ada Miho tentu saja. Tapi Haruki tidak begitu merisaukan hal itu. Karena ia tahu, Hajime pasti akan datang ke pelukkannya.

Sisa kemeja terlepas, dan ia berada dalam dekapan Hajime. Ia sedikit meringis kala tangan Hajime yang sedikit terasa beku mulai meraba dada bidangnya. Kalau Hajime ada disini, memeluknya, bukan masalah apa pun konsekuensi yang dihadapi Haruki. Yang terpenting adalah mereka.
Hajime akan selalu memilihku. Bukan gadis itu. Bukan Miho…

-

-

Ketika Hajime terbangun, ia memandangi Haruki yang tidur dengan nyenyak. Sinar cemerlang sang mentari menyusup ke dalam ruangan melewati gorden kasa dan sutra. Menyisakan titik-titik kuning di selimut hitam yang di kenakannya. Ia mendesah pelan.

Entah apa yang harus ia lakukan saat ini jika ia harus kehilangan Haruki. Kadang-kadang ia merasa Haruki-lah yang membuatnya bertahan dalam belitan tugas yang diembannya untuk kerajaan belakangan. Ia tidak akan bisa terlihat lemah di depan laki-laki yang ia cintai ini. Ia harus kuat. Demi mereka berdua.

Tampak olehnya samar-samar bekas luka yang terpatri cemerlang di leher dan bibir Haruki, bekas gigitannya semalam. Haruki memang tidak mengeluh, tapi hal itu sedikit mengusik Hajime. Ia menelusuri bahu Haruki dengan ujung-ujung jarinya yang panjang, dan Haruki perlahan bergerak mendekat.

Aku tidak ingin melukainya.

"Kelihatannya kau banyak pikiran," ucap Haruki sambil mengerjapkan mata hijaunya yang berpendar dalam kegelapan kamar. Peluh di dahi laki-laki itu terlihat bagaikan keping-keping kristal cantik di mata Hajime. Sungguh rasanya Hajime ingin memalingkan wajahnya dari tatapan itu. Karena kalau tidak, sebentar lagi ia pasti akan terlena.

"Tidak. Hanya sedang melamun."

Kening Haruki sedikit berkerut seakan tidak terlalu percaya akan jawaban Hajime. Hajime melingkarkan kedua lengannya ke badan Haruki supaya ia bisa menyusupkan jemari ke rambut laki-laki itu. Ia mengingatkan dirinya sendiri untuk berhati-hati dan menurunkan sedikit kekuatannya, agar tidak menyakiti Haruki.

"Cinta kau…" bisik Hajime sembari menundukkan kepalanya. "Kau ada disini, ya, aku akan baik-baik saja."

"Eh?"

"Katakan padaku, bahwa kau mencintaiku juga."

Haruki menempelkan bibirnya ke bibir Hajime. Menyapukan sedikit saliva hangat di bibir Hajime. Dan setelah menarik kepalanya kembali, ia berbisik, "Tidak akan, Hajime-kun."

"Katakan…"

Haruki sedikit mengerucutkan bibirnya kesal. "Aku tidak mencintaimu…" Namun pipinya memerah. Hajime hampir saja akan tertawa kalau dia tidak buru-buru menahannya, ingin tahu reaksi pasangannya itu. "Benarkah? Kurasa semalam aku berjanji pada Miho untuk menemuinya di Western Palace pagi ini. Kau tahu di mana kemejaku, Haru-chan?"

Mata hijau itu membulat.

"J-jangan pergi! Iya, aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Puas kau?"

Hajime tidak pernah merasakan euforia seperti ini sebelumnya. Ia peluk tubuh laki-laki itu, melepaskan semua pikiran yang membuat penat otaknya sejak seminggu yang lalu.

Cukup. Cukup hanya dengan Haruki yang mencintainya, rasanya seluruh dunia pun berada dalam genggamannya. Ia tersenyum puas. Entah sejak kapan Haruki telah menjadi alasannya untuk tetap hidup di dunia ini.

Mereka sama. Tapi itulah yang membuatnya bahagia.

"Tsundere na, Haruki-chan."

"Urusai!"

 Dan detik ini. Hajime tahu, kisah mereka dimulai.

 The End?
-------------------

PFFFTTT! Ini fiction saya yang lama banguets. Haha. Abal tu de max juga. Dan entah kenapa endingnya itu gaje banget. Karakterisasi jangan ditanyakan. Super ga jelas dan nyrempet Gary Stu.
Karakter hasil pembicaraan 2 orang fujoshi, Michi dan Uccy. And tara! Muncul lah fic shou-ai pertama saya. Dan kalau sekiranya anda tidak suka homo-things, anggap aja si Haruki itu cewek. Meski maksa banget sih melihat deskribsinya. lol.

Ah, lupakan. Namanya juga Old Stuff. /ngeles


When I'm fallin' in love...

background music : Just be Friends - Megurine Luka

Well, nggak ada angin nggak ada hujan,
Saya lagi —tumben-tumbennyabuka blog gara-gara kejadian tadi siang. Kejadian yang paling bikin mood saya yg seminggu ini turun tau-tau langsung berubah jadi Good Mood! Bahkan nih ya, anime HanaIro yang biasanya bikin saya teriak sebel gara-gara hint Tohru/Ohana tiba-tiba berasa indah aja(?). Err... jadi tadi siang seseorang lewat di depan muka saya dan ngajak ngobrol. Iya, cuma ngobrol singkat without any special things. But
...

dia, pangeran pujaan saya. Jadi ga salah dong kalo saya girang sampe guling-guling. xD

Btw eniwe, dia siapa chi?

Krik.

Saya belom pernah cerita ya? Hmm... kasih tau ga ya? Kasih tau ga ya? *dilindes*
Oke, namanya:

SORA-SENPAI
(ngg—nama samaran tentu saja. Gelak aja saya sebutin *dor*)

kalian tentu saja tahu bahwa Ayu Sagita itu adalah makhluk gaje yang keseringan duduk bersama novel-novel tebal, kapanpun, dimanapun.
Dan kalian tentu juga sudah tau kalau Ayu Sagita itu adalah orang yang paling lemot sedunia, yang gagapan kalo tiba-tiba diajak ngobrol pas lagi seru-serunya baca novel terjemahan yang halamannya segambreng.
Terus hubungannya apa?

jadi begini,
tadi itu saya dan teman-teman mengadakan sebuah tes gaje di sekolah tercindtha. Tesnya meliputi wawancara dan tes IT. Tes wawancara kloter saya dimulai sekitar jam 07.40 sedangkan tes ITnya sekitar jam 11.50. Nah loh? Jauh banget kan jaraknya. -____-

Nah, saya abis tes wawancara itu langsung duduk-duduk di kursi keramik yang tepat berada di depan ruang tes sambil nunggu temen saya yang baru aja ninggalin saya untuk menempuh tesnya ;A; Sendirian. Garing abis.
Begitu duduk, saya langsung ngeluarin novel Radiant Shadow yang entah udah berapa minggu belum saya selesaiin. Pas lagi khusyuk-khusyuknya baca tuh pals, tiba-tiba saya denger suara berisik dari samping.

Saya sih belagak budek dan nerusin baca.

Tau tau ada yang nyaut.


"Adek baca apa kok tebel amat bukunya?"


JDERRR! Saya nengok dengan tampang horror. Siapa orang laknat yang berani-beraninya manggil saya 'adek'? Cuma 6 orang di dunia ini yg pernah nyebut saya kayak gitu. Keluarga, kak Luthi, dan Sora-senpai. Mau nyemprot sih soalnya kan itu panggilan sakral(?). But, and one, and two, and three... Taraa!. Itu Sora-senpai! Ga jadi nyemprot deh. Sambil senyam-senyum saya jawab aja dengan sejujur-jujurnya. Btw di sebelahnya Sora-senpai ada 2 orang temennya ga tau tuh siapa nggak kenal yang lagi duduk akrab sambil ngakak gegulingan --'


Melupakan 2 makhluk gaje disamping, Sora-senpai memutuskan untuk memilih saya yang lagi baca novel sebagai temen ngobrolnya. Ecieeeh. Karena kita sama-sama suka anime, yaudah kita ngebahas itu.
Dan anime yang dapet penghargaan untuk di bahas orang ganteng kayak Sora-senpai adalah... Fairy Tail. Shit. Saya ga ngerti-ngerti amat tuh anime --
Sora-senpai semangat banget nyeritain gimana awesomenya adventure di FT. Saya sih ngeiyain aja demi menyembunyikan hasrat yang sebenernya pendukung pasangan yaoi, Gray/Natsu. lol.

NAH! Yang bikin saya girang banget, BANGET, tuh pas Sora-senpai dkk pamit balik ke kelas. Tau nggak! Dia teriak...

"Makasih ya, dek! Nanti kapan-kapan cerita lagi boleh, kan?"

ASDFGHJKL, BOLEH BANGET! HIAAAAA....

*cewek yang lagi jatuh cinta itu amat-sangat rapuh y'know*

Happy Anniv my beloved (virtual) parents ;)

Hari ini tanggal 14 Februari. Come to think of it. Hari ini tuh identik dengan hari Valentine. Pita pink, batangan coklat, cewek-cewek, semua pada numplek dimana-mana. Lucu ya... saya nggak dapet coklat sama sekali tahun ini. Eh malah ngasih ke orang lain. Wajar sih... saya kan cewek. Makanya menanti white day. Siapa tahu bakal di kasih marshmallow atau coklat cadbury suuupeeerr gede dari orang tercinta? ;p

Ups... malah ngerambling tentang valentine. Sor-sor deh... saya (tumben-tumbennya) ngepost kali ini mau memposting hadiah saya untuk merayakan Anniversary pertama orang tua Virtual saya, Kei Sakamoto & Furu Sakamoto.

Here...

Happy anniv, mom, dad!!!! :* Semoga suka Chibi OC abal karya saya :) Maaf kalo selama ini jadi anak yang tidak berbakti ;p Hehehehe...
Maaf juga kalo ciri-cirinya kurang sesuai. Michi ini hanya berdasarkan Ciri fisik di forum sama imajinasi sedikit XD
Hope you'll like it...

Michi Sakamoto

Tsukumo/Touko


Oh-my-God!! Tsukumo and Touko from anime/manga Uragiri boku no namae o shitteiru always makes me wanna scream!! They are my most favorite pairing rite now. O///O
Touko and Tsukumo are very close sibling. they blush several times while they are alone. They also sleep on the same bed in the same room. they go to school together and Tsukumo´s fangirls are jealous because he only has eyes for Touko.
So in my opinion Touko and Tsukumo love each other..
Why are Touko and Tsukumo brother and sister? Are they really brother and sister?
I wonder if Odagiri sensei is also love incest besides shou-ai. #shot


Touko Murasame
Touko is paired with his younger brother to defeat duras. Her ring transforms in a huge sword. She attends the same high school as her brother, where their closeness make all the girls jealous of her.
Tsukumo Murasame
First year high school student who apparently loves sweets. His powers seem to be the ability to speak with animals, sense people, and transform his ring into a gun during a battle. For some reason he always has snacks with him. He seems to be extremely close with his older sister Toko, whom he calls Toko-chan and says he will always protect.

Tom Felton ♥


Tom Felton. Malfoy, British, actor, singer, guitarist, and BLONDE. What else could a girl asks for?? X3

Gathering

 

Yay! I'm getting excited!!
Err... Ini tanggal 12 september kan? Itu berarti 6 hari lagi (tanggal 18 September 2010) saya dan para SasuSaku-nerd yang berdomisili di Jakarta akan mengadakan gathering kecil-kecilan yang paling dihadiri 5 orang lebih di salah satu spot favorite saya, Gramedia, tepatnya di Gramedia Matraman. Nggak banyak yang datang. Mengingat anak Jakarta yang tergabung di komunitas perfanfic-an Indonesia fandom Naruto itu juga nggak terlalu banyak. Apalagi memang acara ini mendadak banget. Malah awalnya cuma saya dan Kak LuthMelody saja yang berencana ketemuan. But still, I can't wait that days come!

how do you know...


We first met when I was 13.
I was crossing the road, and you saw me. I felt someone staring at me, so I turned to look.. and there you were, smiling at me but I looked away. A few months later, we spoke for the very first time. We told each other our likes, dislikes, and found out that we had a lot in common. The next week, I was walking back home, and I saw you on your scooter. With a girl. And you were holding her hand so tightly, it was as though you were never going to let go.
I reached home... sat down.. and all of a sudden...pain rushed through my entire body.. but I didn't cry.. all I could do was think to myself, why does this hurt so much? why did seeing him on his scooter with a girl hurt me so badly? why?

Then I realized.

Even after the first time we met, when you gave me your phone number, i couldn't stop thinking of you, and that smile of yours.
Did I fall in love? Maybe.


"We are soul-mates that weren't meant to end up together. If we had started at the very beginning, we might have been together for a lifetime" - Unknown

He made me laugh. He offered me so much. He was fun, handsome, caring. He made sure to remind me of what he had to "offer me" and how "lucky" I was. I had to support him and I had to admire him. I made sure I laughed when we talked, smiled when we were silent and despite the fact that my desperate attempts at pleasing him were taking over my entire life, I felt as though it was worth it.
That new boy, I don't know what will happen with us. I don't need to know right now though, because the fact that I'm feeling at all is beautiful for me. I don't need any sort of elaborate love story to save me, I just need hope.
And that boy, he's hope.
I will always love you. I will melt when you say my name. I will fold under your pressure. I will cry when we separate. In my dreams, in my nightmares, in my morning runs, you were there.
 

Template by Best Web Hosting